3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

 

3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

 

“Program Peningkatan Literasi Sains Melalui Pembelajaran Multirepresentasi”

 

Oleh : Lutfi Indrianto – CGP Angkatan IV

 

 

FACT (Fakta)

Latar Belakang Program

Literasi sains memiliki makna sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil kesimpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD, 2016). Literasi sains merupakan bagian dari sains, bersifat praktis, berkaitan dengan isu-isu tentang sains dan ide-ide sains. Setiap warga negara harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan, kesehatan, sumber daya alam baik dalam konteks personal, lokal, nasional, dan global. Dari sini kita bisa melihat bahwa cakupan literasi sains sangat luas, tidak hanya dalam mata pelajaran sains, tetapi juga beririsan dengan literasi lainnya. 

Literasi sains merupakan kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan pada abad XXI. Sains dan teknologi memiliki kontribusi utama terkait dengan semua tantangan yang ada dan semua tantangan tidak akan terselesaikan jika individu tidak memiliki kesadaran sains. Hal ini tidak berarti mengubah setiap orang menjadi pakar sains, tetapi memungkinkan mereka untuk berperan dalam membuat pilihan yang berdampak pada lingkungan. Literasi sains membantu kita untuk membentuk pola pikir, perilaku, dan membangun karakter manusia untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, dan alam semesta, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi.

  

Tujuan Program

Literasi  sains  memiliki  peranan  yang  sangat  penting  bagi  siswa  dalam mengahadapi era revolusi industri 4.0. Dengan adanya Program Peningkatan Literasi Sains bagi siswa program IPA, dapat membantu siswa dalam pencapaian kompetensi yang harus dicapai di era revolusi industri 4.0 ini yaitu

1.      Kemampuan berpikir kritis

2.      Kemampuan pemecahan masalah

3.      Kreativitas

4.      Keterampilan berkomunikasi

5.      Kemampuan berkolaborasi dengan orang lain

Sasaran Program

Adapun sasaran pada program peningkatan literasi sains ini yaitu seluruh siswa kelas XI program IPA di SMAN 1 Dringu Kab. Probolinggo

 

Profil Pelajar Pancasila yang Dikembangkan

Profil Pelajar pancasila yang dapat dikembangkan Pada program peningkatan literasi sains ini antara lain:

1.      Mandiri

2.      Bernalar Kritis

3.      Kreatif

4.      Gotong royong

Langkah Pelaksanan Program

Program  aksi nyata ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, langkah awal yang saya lakukan yaitu menyampaikan kepada dewan guru mengenai multirepresentasi, mengapa  menggunakannya dan apa manfaat yang diperoleh. Saya berdiskusi dan bermusyawarah dengan dewan guru untuk menerima masukan mengenai kegiatan yang akan saya lakukan. Setelah memperoleh masukan dan saran yang cukup dari kepala sekolah dan guru pengampu mata pelajaran IPA. Masukan/saran yang saya peroleh saya gunakan untuk melengkapi program yang sudah dirancang. Dalam program peningkatan literasi ini saya mengambil beberapa kompetensi dan indikator sebagai berikut.

No

Kompetensi Ilmiah yang Diukur dalam Literasi Sains

Indikator

Kegiatan Siswa (Kelompok)

Waktu

1

Mengidentifikasi isu-isu (masalah) ilmiah

·      Mengidentifikasi pendapat ilmiah yang valid (misalnya pendapat /teori untuk mendukung hipotesis) 

·      Mencari pendapat ilmiah yang ada di media massa (koran. Tabloid, baik versi online maupun cetak)

·      Satu  Bulan sekali

2

Menjelaskan fenomena ilmiah

·      Melakukan penelusuran literatur yang efektif (misalnya mengevaluasi validitas sumber dan membedakan diantara tipe sumber-sumber tersebut)

·

·      Membuat grafik secara tepat dari data

·      Membuat essay yang berkaitan dengan fenomena sains yang ditemui

 

 

 

·      Membuat grafik dari data yang ada di kelas, misalnya data kemajuan siswa yang melaksanakan sholat dhuha dan dhuhur berjamaah, data siswa yang tidak masuk, dan sbagainya

·      Satu  Bulan sekali

 

 

 

 

 

·      Satu  Bulan sekali

 

Dalam  hal mencai pendapat ilmiah melalui media massa (cetak atau online), siswa diberi kebebasan mencari topik yang sesuai dengan keinginan, kemampuan dan kebutuhannya. eengan hal  ini siswa secara berkelompok dapat mencari isu-isu terbaru dan mengapa isu itu yang dipilih. Esay yang dibuat siswa juga menyesuaikan dengan keinginan, kemampuan dan kebutuhan. Grafik dari sumber data yang dibuat siswa, siswa diberi kebebasan untuk memilijh grafik apa yang akan disajikan. Siswa dapat membuat grafik kemajuan siswa yang melaksanakan sholat dhuha dan dhuhur berjamaah, data siswa yang tidak masuk, data siswa yang terlambat dan lain sebagainya.

Langkah berikutnya yaitu menyampaikan atau mensosialisasikan  kepada siswa mengenai program yang akan dilaksanakan. Hal ini say alakukan dengan tujuan melibatkan Voice, Choice dan Ownership siswa dalam pelaksanaan program kegiatan. Harapannya siswa lebih bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan nanti. Konsep BAGJA saya coba lakukan dalam pelaksanaan agar program kegiatan yang ingin dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan tertata dengan baik.

Kegiatan peningkatan literasi ini dilaksanakan mulai bulan April tahun 2022. Sampai saat ini siswa sudah melaksanakan selama 2 bulan dengan dua kali mempresentasikan hasil yang diperoleh. Kegiatan ni akan terus dilakukan karena bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi sains.

Program peningkatan literasi ini memberikan dampak yang baik bagi siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih kemampuan dalam membuat esay, menemukan opini ilmiah dari media massa dan mennaggapinya, dan lain sebagainya. Dari hasil evaluasi, masih ada kekurangan dalam program yaitu masih belum semua siswa mampu dalam melakukan analisis ilmiah terhadap fenomena atau isu  yang ditemui. Juga belum banyak siswa yang mampu menulis esay denganbaik. Semoga kedepan kegiatan ini lebih maksimal dan memberikan dampak yang lebih baik kepada siswa.

Gambar 1. Musyawarah Dengan KS dan Guru Mata Pelajaran IPA (Fisika, Biologi, Kimia)

 

 

 

Gambar 2. Menyampaikan kepada siswa rencana belajar atau kegiatan yang akan dilakukan siswa

 

 

Gambar 3. Secara berkelompok siswa memaparkan  hasil kajiannya yang telah dibuat

 

Gambar 4. Siswa terlibat diskusi dan tanya jawab

Gambar 5. Perwakilan kelompok memaparkan  hasil kajiannya yang telah dibuat

 

Gambar 6. Secara berkelompok siswa memaparkan  hasil kajiannya yang telah dibuat pada kelas yang berbeda

 

FEELING (Apa yang Anda Rasakan)

Pada tahap awal melaksanakan program ini, saya merasakan begitu berat mengajak siswa untuk melakukan analisis terhadap suatu fenomena yang ada, juga begitu sulit ketika mengajak anak untuk membuat essay lalu mempresentasikan. Kesulitan yang dialami siswa dikarenakan siswa belum terbiasa untuk menerapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada fenomena kontekstual yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu siswa juga belum memiliki pengalaman belajar yang cukup dalam membuat karya tulis yaitu essay. Namun hal tersebut tidak membuat semangat saya turun, malah sebaliknya, kondisi tersebut merupakan peluang bagi saya bagaimana memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kompetensi abad 21 yang memang sangat diperlukan oleh siswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FINDING (Apa yang saya Temukan)

Dalam melaksanakan program ini, saya menemukan diantaranya :                                              

·           Program yang telah  berjalan ini dapat sebagai sarana untuk membelajarkan siswa bagaimana melatih kemampuan beripikir tingkat tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains

·           Dapat mengembangkan keterampilan abad 21, menumbuhkan profil pelajar pancasila dan kecakapan hidup

·           Kolaborasi dengan beberapa pihak dapat meningkatkan wawasan, menambah relasi dan juga berbagai gagasan yang baik untuk komunitas

 

FUTURE (Rfencana Dimasa Akan Datang)

Kedepan kegiatan ini harus lebih dikoordinasi dengan lebih maksimal agar program dapat berjalan dengan lancar dan lebih berdampak kepada siswa. Kegiatan serupa juga perlu dikolaborasikan dengan mata pelajaran lain misalnya mata pelajaran IPA dengan IPS. Dengan begitu siswa akan semakin kaya pengalaman belajar yang akan berdampak pada kemampuan yang ia miliki.

 

 

 

Comments