AKSI NYATA BUDAYA POSITIF DI SMAN 1 DRINGU
AKSI
NYATA BUDAYA POSITIF DI SMAN 1 DRINGU
Oleh
Lutfi Indrianto, S.Si
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
pada hakekatnya adalah usaha untuk memanusiakan manusia atau menjadikan manusia
seutuhnya, pendidikan memiliki peran sangat strategis untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa dan diperlukan guna meningkatkan mutu bangsa secara
menyeluruh. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Mutu
pendidikan ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam
proses pendidikan. Guru yang merupakan salah satu faktor penting penentu tinggi
rendahnya mutu hasil pendidikan mempunyai posisi strategis, maka setiap usaha
peningkatan mutu pendidikan perlu memberikan perhatian besar kepada peningkatan
guru baik dalam segi kuantitas maupun kualitas.
Guru
memegang peranan yang sangat strategis terutama dalam membentuk karakter
bangsa. Keberadaan guru tidak tergantikan oleh unsur yang lain, terlebih dalam
masyarakat modern yang multikultural dan multidimensional, dimana peranan
teknologi untuk menggantikan tugas-tugas guru sangat minim. Di era disrupsi
seperti saat ini, Guru dituntut tidak hanya mampu mencetak generasi penerus
bangsa yang unggul disegala bidang, namun yang tidak kalah pentingnya yaitu
mampu mencetak generasi pelajar sepanjang hayat dengan tetap mengedepankan
nilai-nilai luhur bangsa, yaitu nilai-nilai pancasila.
Untuk
melestarikan nilai-nilai pancasila, diperlukan guru yang dapat membangun
karakter dengan memberi contoh dan melakukan pembiasaan-pembiasaan baik yang
konsisten di sekolah. Pembiasaan baik atau yang dikenal dengan budaya positif
dapat menumbuhkan motivasi instrinsik dalam diri anak untuk menjadi pribadi
yang bertanggung jawab dan berbudi pekerti luhur serta akhlak mulia.
Budaya
positif yang dimaksud disini adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan
kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat
berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab.
Dalam mewujudkan budaya positif ini, guru memegang peranan sentral. Guru perlu
memahami posisi apa yang tepat untuk dapat mewujudkan budaya positif baik
lingkup kelas maupun sekolah. Selain itu, pemahaman akan disiplin positif juga
diperlukan karena sebagai pamong, guru diharapkan dapat menuntun murid untuk
menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, dalam aksi nyata ini
penulis menyajikan dua konsep penting posisi kontrol guru dan disiplin positif
yang menjadi landasan dari budaya positif.
B.
Tujuan
Adapun
tujuan aksi nyata penerapan budaya positif di SMAN 1 Dringu adalah sebagai berikut.
1) Terbentuknya
keyakinan kelas sebagai wujud penerapan budaya positif di kelas dan lingkungan
sekolah
2) Terciptanya
suasana yang harmonis di ruang kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih
menyenangkan
3) Terwujudnya
budaya positif sebagai perwujudan profil pelajar pancasila
C.
Tolok
Ukur
1) Semua
warga kelas memiliki komitmen yang tinggi untuk menerapkan keyakinan kelas yang
telah disepakati
2) Kegiatan
pembelajaran sangat kondusif dikarenakan warga kelas memiliki kesadaran yang
tinggi akan pentingnya belajar
3) Budaya
positif yang dilaksanakan sevara konsisten dan kontinu akan berdampak pada
terwujudnya generasi profil pelajar pancasila
D.
Linimasa
Aksi Nyata
|
Waktu |
Kegiatan |
|
1
– 31 Desember 2021 |
· Koordinasi
CGP dengan Kepala Sekolah dan tim maanagemen · Koordinasi
antar CGP untuk menyamakan visi terkait aksi nyata budaya positif · Masing-masing
CGP dapat memulai menyusun rencana aksi nyata · Semua
warga sekolah melakukan sosialisasi kebiasaan baik sebagai perwujudan dari
budaya positif |
|
3
– 16 Januari 2022 |
· Masing-masing
CGP melakukan aksi nyata sesuai perencanaan yang telah disusun · Koordinasi
antara CGP sebagai bahan evaluasi |
|
17
– 23 Januari 2022 |
· Masing-masing
CGP membuat laporan hasil aksi nyata · Koordinasi
CGP dengan manajemen sekolah sebagai persiapan diseminasi aksi nyata |
|
1
– 5 Februari 2022 |
· CGP
melakukan diseminasi aksi nyata dengan guru dan TU dengan persetujuan Kepala
Sekolah · Koordinasi
CGP sebagai bagian akhir dari penyusunan laporan |
|
Ø Februari
2022 |
· CGP
secara konsisten menerapkan budaya positif keyakinan kelas yang telah
disepakati |
E.
Dukungan
1) Kepala
Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah probolinggo
2) Kepala
SMAN 1 Dringu Probolinggo
3) Rekan
Guru dan tata usaha SMAN 1 Dringu Probolinggo
4) Rekan
sesama CGP
5) Rekan
Guru se-MGMP se kabupaten Probolinggo
6) Orang
tua siswa
7) Seluruh
siswa SMAN 1 Dringu Probolinggo
F.
Hasil
Aksi Nyata
Tahap
awal sebelum melakukan aksi nyata budaya positif keyakinan kelas, CGP melakukan
sosialisasi terlebih dahulu kepada siswa mengenai konsep budaya positif. Setelah
siswa dirasa cukup memahami dengan baik, maka pada pertemuan selanjutnya CGP
mencoba menerapkan budaya positif berupa keyakinan kelas bersama siswa melalui
diskusi kelas. Setelah terbentuk kesepakatan kelas, selanjutnya CGP mengajak
semua warga kelas untuk bersama-sama dengan penuh kesadaran berkomitmen
melaksanakan kesepatan kelas yang sudah disepakati.
Dengan
adanya keyakinan kelas suasana pembelajaran perlahan-lahan menjadi semakin
kondusif. Siswa secara perlahan-lahan memiliki kesadaran akan pentingnya
mematuhi kesepatan kelas yang telah disepakati
G.
Rencana
Perbaikan
Pelaksanaan
Aksi nyata Keyakinan kelas sebagai wujud Budaya positif masih memerlukan masukan
dan perbaikan sehingga bisa lebih optimal dalam implementasinya. Sehingga
penting untuk mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah dan rekan kerja. Selain
itu aksi nyata ini tidak hanya terhenti di kelas tertentu saja, akan tetapi terus
berimbas ke kelas-kelas yang lain sehingga lingkungan sekolah memiliki budaya
positif yang dapat dirasakan manfaatnya oleh semua warga sekolah.
H.
Dokumentasi
Sosialisasi Kebiasaan
baik di sekolah
Salah satu bentuk
dukungan KS dengan menjadi imam pada sholat Dhuha
Salah
satu keyakinan sekolah tertib menggunakan hasduk. Siswa secara sadar mau
melapor kepada petugas tanpa disuruh
Siswa yang bertugas sebagai pembaca Alquran memiliki kesadaran penuh tanpa disuru bpk/Ibu guru sebagai salah satu perwujudan budaya positif di sekolah
Salah
satu budaya posotif di Sekolah : Siswa secara sadar mengikuti pembacaan ayat
suci Al-Quran yang dipimpin oleh siswa lian melalui sentral
Penerapan
Budaya Positif : Semua warga sekolah dengan penuh kesadaran mengambil sikap
berdiri ketika menyanyikan lagu
indonesia raya
Kegiatan Diseminasi
Budaya Positif
Comments
Post a Comment